Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

BeritaSeleb.my.id – Mobil bergetar saat RPM rendah memang seringkali membuat khawatir. Padahal, hal tersebut terbilang wajar pada batas tertentu. Namun, lain ceritanya apabila getaran sudah mencapai kabin, maka Anda harus lebih berhati-hati.

Permasalahan terkait kendaraan mobil memang harus dideteksi sedini mungkin. Anda harus mengetahui penyebab dan alasannya terlebih dahulu, agar nantinya tidak salah dalam mengatasinya.

Sebuah mobil dapat berjalan karena kinerja mesin yang baik. Ketika mesin tersebut dihidupkan maka otomatis komponen-komponen di dalamnya akan bergetar. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya produsen otomotif sudah menerapkan teknologi peredam getaran.

Bagaimana jika getarannya tidak seperti biasanya, bahkan terasa hingga pada bagian kabin? Dilansir dari laman resmi Suzuki, berikut beberapa sebab mobil bergetar pada RPM rendah:

Injektor Mesin Ada yang Tersumbat

Kebanyakan mobil keluaran sekarang memang menggunakan teknologi injeksi. Dengan demikian, di dalam mesin mobil hanya terdapat injektor sehingga tidak ada lagi karburator.

Injektor berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam komponen intake manifold. Bensin pun akan langsung masuk ke mesin untuk menggerakkan mobil. Lalu, bagaimana jika salah satu injektor rusak atau ada yang tersumbat?

Dampak awalnya mungkin akan pincang, tak heran jika RPM otomatis akan naik. Hal ini menyebabkan getaran mencapai kabin atau body mobil. Masalah seperti ini biasanya terjadi ketika mesin belum lama dihidupkan.

Karet Pada Engine Mounting Pecah

Jika Anda belum mengetahui seputar engine mounting, ini adalah komponen dalam mesin yang menyatukan mesin ke frame. Fungsinya membaut mesin ke bagian frame untuk meredam getaran.

Hal ini karena jika mesin menggunakan baut biasa maka getarannya akan diteruskan pada badan mobil. Tak heran jika engine mounting memang dibuat dengan bahan karet peredam khusus.

Meski kinerjanya cukup baik dalam meredam suara, tetap saja material tersebut terbuat dari karet. Sifatnya yang lunak mungkin saja membuatnya rusak seiring pemakaian yang lama.

Apabila karet pada komponen ini rusak atau pecah, maka getaran mesin akan tersalurkan ke body dan tidak terbendung lagi. Oleh karena itu, mobil bergetar saat RPM rendah bisa jadi karena masalah engine mountingnya.

Anda bisa mengeceknya dengan menyoroti komponen ini menggunakan senter. Pastikan karet yang membautnya masih bagus atau tidak. Jika ternyata pecah atau terbelah, maka sebaiknya cepat-cepat diganti.

Kampas Kopling Sudah Aus

Jika Anda sudah lama menggunakan mobil, mungkin kampas kopling yang aus mudah dirasakan. Ketika pedal kopling dilepas, baik pada gigi 1 atau 2 maka bagian body mobil akan bergetar.

Hal tersebut bisa terjadi ketika menyalakan mesin pada RPM rendah. Pengendara pemula sebenarnya juga bisa mendeteksi hal ini ketika melepas kopling pada kondisi yang sama.

Propeller Shaft Sudah Tidak Balance

Komponen propeller shaft ditemui pada mobil RWD atau Rear Where Drive. Anda bisa melihatnya di kolong mobil berupa pipa memanjang dari transmisi ke gardan belakang.

Poros propeller berfungsi untuk menghubungkan putaran mesin dengan roda penggerak sehingga mobil bisa melaju. Jika mobil yang Anda kendarai masih baru, maka putaran mesin masih terasa begitu nyaman.

Sedangkan mobil yang sudah lama dan sering digunakan sebaiknya dicek bagian propellernya. Bisa jadi, komponen ini bentuknya sudah tidak balance sehingga mobil bergetar saat RPM rendah.

Untuk memeriksanya, dibutuhkan tool bernama dial gauge yang bisa mendeteksi komponen propeller apakah masih bagus atau tidak. Biasanya, poros pipa bagian bawah yang sudah bengkok atau tidak seimbang akan terasa getaranya. Bahkan ketika mengendarai mobil di RPM rendah. Jika sudah begini, Anda harus segera mendatangi bengkel resmi.

Settingan Mesin Kurang Pas

Penyebab mobil bergetar saat RPM rendah lainnya adalah karena komponen internal mesin yang di-setting kurang tepat. Contohnya pada beberapa bagian silinder yang kompresinya hilang atau ada yang bocor.

Kebocoran juga bisa terjadi pada koil sehingga memicu getaran tidak wajar pada bodi mobil. Oleh karena itu, memeriksa komponen internal mobil memang penting dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Stang Piston Bengkok

Mungkin penyebab yang satu ini tidak terlalu umum terjadi. Terlebih untuk penggunaan mobil secara wajar. Namun, batang piston bengkok tetap berpotensi terjadi.

Pada dasarnya, komponen ini berfungsi untuk menghubungkan poros engkol dan piston. Ukuran piston akan mempengaruhi volumetrik silinder mesin mobil. Jika salah satu piston bengkok, maka volume silinder pun akan membesar.

Hal ini akan mempengaruhi proses pembakaran menjadi tidak seimbang. Tak heran jika Anda akan mendapati mobil bergetar meskipun pada RPM rendah. Pada dasarnya, kendala piston membengkok biasanya terjadi karena insiden tertentu. Misalnya sebuah mobil yang menerjang banjir sehingga intake manifold kemasukan air.

Hal ini bisa membuat efek water hammer karena sifat air yang tidak bisa dikompresi. Hingga akhirnya membuat batang piston bengkok pada suatu mesin mobil.

Sumber:www.jawapos.com